Wejangan
Filosofi ketapel Untuk memainkan ketapel dia harus ditarik sekuat tenaga hingga akhirnya melesat sejauh mungkin . Tak mengapa kuliah telat satu semester, atau terkadang satu tahun tapi setelah itu melesat melebihi orang-orang yang lulus tepat waktu. 23 Mei 2013, saat saya dan teman-teman satu dosen pembimbing berkumpul untuk 'merayakan' ulang tahun dosen pembimbing saya. Acara yang cukup sederhana dengan hanya bertemankan tumpeng nasi kuning. Begitu nikmat saat disantap, ditemani suara hujan dan canda tawa hangat. Setelah menceritakan filosofi ketapel, beliau melanjutkan.. "Kita hidup selalu dihadapkan pada permasalahan. Dulu saya terancam tidak bisa melanjutkan sekolah karena sawah bapak saya sudah beberapa tahun tidak panen. Tapi saya tetap berkemauan keras untuk bisa sekolah. Saya kuliah dengan biaya sendiri. Saya mengajar di LBB, menulis artikel untuk dikirim ke media cetak, menerima jasa pengetikan. Selepas maghrib, hari Minggu biasanya teman-teman ...