Postingan

Menangis dalam Hati

Gambar
“ Jangan kau kira aku tidak pernah menangis, sebab aku sering menangis di dalam hati dan engkau tidak akan pernah mengetahui bahwa aku sedang menangis. Aku tidak perlu mengatakan padamu bahwa aku sedang menangis. Aku tidak perlu menunjukkan air mata di hadapanmu. Aku bukan orang yang mudah menumpahkan air mata, tetapi bukan berarti aku tidak pernah menangis di dalam hati. Jika engkau ada di dalam hatiku, engkau akan tahu betapa banyak air mata yang mengalir disana.”  Setiap kita rasa-rasanya pernah atau seringkali menangis dalam hati. Mungkin wajah kita menampakkan keceriaan, namun 'wajah' di hati kita sedang bersedih. Kita mampu menghibur teman yang sedang patah hati walaupun sebenarnya hati kita terpatah-patah. Suatu keadaan yang paradoks dengan penampakan kita. Ada yang bilang, “ kadang-kadang, orang yang selalu menggembirakan hati orang lain itulah yang banyak menangis dalam hati”. Orang yang menangis dalam hati sehingga jarang menangis di hadapan orang lain buk...

Ketika ‘sekarang’ Berbeda dengan ‘dulu’

Gambar
Yang terkadang membuat kita lupa akan sebuah perjuangan.. Ketika dulu kita berdesak-desakan mengantre bus, bersesakan di dalam bus untuk mencapai suatu tempat. Dan ketika sekarang kita punya mobil, kita seolah-olah lupa akan peristiwa itu. Membuat kita cepat mengeluh ketika mobil lagi di bengkel atau saat mogok. Ketika dulu kemana-mana dengan jalan kaki, dan sekarang kita punya sepeda besi rasanya akan malas sekali berjalan walau hanya beberapa meter. Ketika dulu ruangan kita tak ber-AC dan hanya bertemankan kipas angin kita sudah sangat merasa bersyukur. Namun sekarang setelah terbiasa dengan ruangan ber-AC kita jadi cepat mengomel ketika AC rusak atau listrik mati. Ketika dulu hidup kita tak ‘seenak’ sekarang, kita hidup dengan sangat hemat, penuh perhitungan dan bekerja keras untuk keluar dari keterpurukan. Namun sekarang setelah ‘enak’, terkadang kita mudah mengeluarkan uang untuk suatu hal yang kurang penting dan mudah menyerah dengan perjuangan yang belum sebera...

Semangat Keceriaan #2

Gambar
Sabtu, 14 Juli 2012 Hari ini kembali lagi ke SD Sumberjo II. Kali ini dengan proker penyuluhan dan pemutaran film bertema kebersihan, diselingi motivasi tentang profesi dan cita-cita. Melihat mereka yang masih SD ketika ditanya ‘apa cita-cita kalian?’ dan jawaban mereka beragam, dari polisi, pengacara, dokter, tentara, guru, dsb.  Sangat berbeda dengan masa ‘merah-putih’ saya dulu yang mayoritas menjawab dokter. Yang begitu berbeda lagi dari masa saya dulu adalah cara menjawab anak-anak SD Sumberjo II ini begitu meyakinkan. Tidak seperti saya dulu yang ragu-ragu. Hmm.. Ketika selesai acara dan kita memberikan instruksi untuk membersihkan kelas masing-masing dan akan memberikan reward pada kelas yang paling bersih, seketika makhluk-makhluk imut itu penuh semangat berhamburan mengambil alat-alat kebersihan, menuju kelas masing-masing untuk membersihkannya. Cukup terharu dengan makhluk-makhluk paling imut kelas 1.  Tubuh mereka yang mungil namun semangat mereka beg...

Semangat Keceriaan #1

Gambar
Jumat, 13 Juli 2012 Sudah lama sekali rasanya menanggalkan seragam merah putih. Sembilan tahun lalu. Dan sekarang kenangan ‘merah-putih’ itu kini menyeruak. Yap, karena proker kita hari ini adalah cuci tangan dan menabung yang bertempat di SD Sumberjo II. Begitu terpukau saat menyusuri jalanan dari rumah penginapan ke SD. Jaraknya kurang lebih 3 km dengan jalan aspal yang sudah rusak disanasini. Penuh perjuangan dan kesabaran untuk mencapainya. Tapi rasa lelah itu terbayar dengan semangat keceriaan siswa SDN Sumberjo II yang begitu antusias. Rasanya kita menjadi tokoh utama dalam sebuah film yang selalu dinanti-nantikan kedatangannya. *hehe..lebai.. Terlalu berlebihan memang  mengingat kita tetaplah sama, manusia biasa dengan ilmu yang masih terbatas. Justru merasa banyak hal yang bisa saya pelajari dari mereka. Semangat mereka, kepatuhan mereka, keberanian mereka, hingga kenakalan mereka. Merasa harus lebih banyak bersyukur dengan kehidupan yang saya punya selama ini. Har...

Warna Warni

Gambar
Kamis, 12 Juli 2012 Mungkin identik dengan pelangi, warna warni. Kalau pelangi punya tujuh warna, disini ada dua puluh tiga warna. Ketika dulu bertemu pertama kali saya bingung bagaimana harus membaur dengan kedua puluh dua warna yang lain, kini agaknya kebingungan itu mulai menemukan jawabannya. Warna warni yang mulanya terkesan kabur itu kini mulai nampak, perlahan semakin jelas. Inilah warna warni persaudaraan. Warna warni kehidupan. Warna warni yang akan menghiasi hari-hari saya beberapa minggu kedepan. Warna warni yang akan memperkaya buku kehidupan saya. Warna warni yang saling menguatkan, yang tak mudah luntur karena percikan air, yang tak mudah pudar oleh paparan cahaya, yang semakin tajam seiring berjalannya waktu. Torehan tinta warna warni ini akan menjadi memori indah yang takterlupakan kelak. Berharap warna warni kehidupan ini akan semakin kokoh, menyatu dalam ikatan persaudaraan yang indah seindah warna pelangi.

Sosok Jadi-jadian

Gambar
Rabu, 11 Juli 2012 Dari judulnya seperti menyeramkan. Eit.. tapi ini bukan layaknya cerita-cerita di Indosiar atau film jaman dulu. Nah, inilah sosok jadi-jadian yang saya maksud. Bukan berarti bapaknya kalau malam tiba-tiba berubah menjadi serigala atau babi dan sejenisnya. Tapi jadi-jadian yang saya maksud adalah bahwa sebenarnya beliau bukanlah Kepala Desa resmi di Desa Sumberejo, tempat petualangan saya dan saudara-saudara saya. Namanya Bapak Saipurrohim. Jadi ceritanya, di Desa Sumberejo baru akan diadakan pemilihan Kepala Desa dan sebelumnya jabatan Kepala Desa kosong karena sesuatu hal sehingga Bapak Saipurrohim ini mengisi kekosongan tersebut dan menggantikan peran Kepala Desa. Bahkan beliaunya sendiri yang bilang, "Jadi bisa dibilang saya ini Kepala Desa jadi-jadian," Selanjutnya Bapak Saipurrohim akan menjadi tokoh utama dalam coretan saya kali ini. ^^ Hari pertama keluar dari persembunyian (baca: rumah penginapan), agenda pertama adalah sowan  ke Balai Des...

Udara Kesederhanaan

Gambar
Selasa, 10 Juli 2012 Hari keberangkatan menuju Desa petualangan. Rasanya sudah tak sabar melihat rupa Desa perbatasan yang selama ini hanya ada dalam angan. Sebuah desa yang akan menjadi universitas kehidupan saya di penghujung semester 6. Hmmm... Jadi rindu... Kapan terakhir kalinya menghirup udara kesejukan pedesaan ya?... Lika-liku jalanan seperti roller coaster . Suasana kanan-kiri jalan yang dipenuhi hijaunya sawah dan pepohonan. Dan inilah saatnya setelah sekian lama. Bersama-sama hampir 2000 teman lainnya dengan lokasi desa yang berbeda. mmm... Udara pedesaan yang menghembuskan hawa kesederhanaan. Setidaknya itu yang selalu saya rindukan dari suasana desa. Orang-orangnya yang mencerminkan kesederhanaan. Kesederhanaan dalam bersikap, Kesederhanaan dalam hidup, Kesederhanaan dalam berpikir. Membuat mereka bersikap ‘nriman’, tak perlu 'neko-neko' dalam memikirkan hidup. Berangkat sekitar jam 8 pagi dari Universitas tercinta dan s...